Keterbatasan-mampu orang Sunda untuk mengucapkan lafal “F” atau “V” memang unik. Salah satu akibatnya, misalnya, disiplin ilmu Civil Engineering yang pertama kali dibuka di Indonesia di ITB Bandung, dinamakan sebagai “Teknik Sipil”, dan bukan “Teknik Sivil”.
Keterbatasan-mampu lafal ini serupa dengan orang Jepang yang sulit mengucapakan lafal “L”. Karenanya kata “Luar Biasa” biasa diucapkan orang Jepang sebagai “Ruarrr Biasa”.

May 7, 2009 at 10:18 pm
Nu kitu mah teu kedah digede-gedekeun.etateh kaunikan urang sunda!