Tour de Java dengan Suzuki Karimun 2001

October 12, 2008

Dilatarbelakangi tingkat stress saya yang meningkat karena setiap hari mesti mengemudikan sebuah MPV bongsor 2000 cc di tengah kemacetan lalu-lintas Jakarta, saya memutuskan mengganti kendaraan untuk mobilitas sehari-hari dengan ukuran yang lebih kecil.

Pilihan saya jatuh pada Suzuki Karimun keluaran tahun 2001. City-car yang terkenal bandel dan mampu bermanuver lincah (baca: nge-ledek-in kemacetan) di kepadatan jalanan Jakarta. Yang lebih penting: tingkat stress saya bisa saya kendalikan dan kepala saya tidak terlalu spaneng sekalipun dipepet-pepet sama sepedamotor, bajaj, angkot serta bus kopaja … :-)

Mobil Suzuki Karimun modifikasi yang sangat terawat ini saya beli dari seorang teman di kantor seharga Rp55 juta satu setengah tahun yang lalu. Saya hanya mengganti ukuran ban standar ke ukuran 185/60/13 yang terasa lebih empuk dan mantap di jalan. Suara knalpot-racing-nya yang “menderu” seringkali membuat orang-orang di sekeliling menoleh … :-)

Selama ini Karimun saya pergunakan untuk bolak-balik rumah ke kantor, mengunjungi mertua di Bandung, dan mengantar saya kuliah S3 di Kampus MB IPB di Jl. Pajajaran Bogor.

Puas sehari-hari mengendarai Karimun meliuk-liuk di kepadatan lalu-lintas Jakarta, timbul keinginan untuk melakukan “road test” membawa Karimun keliling Jawa. Dan saat yang tepat muncul ketika liburan lebaran kemarin saya bisa ambil cuti dan merealisasikan kenginan saya: Tour de Java dengan Suzuki Karimun 2001 …

Berikut adalah cerita perjalanan selama satu minggu (bersama Istri dan Ibu Mertua) dengan rute: Jakarta – Bandung – Cirebon – Tegal – Semarang – Demak – Tuban – Surabaya – Sidoarjo – Malang – Batu – Pujon – Caruban – Ngawi – Solo – Yogya – Banjar – Tasikmalaya – Bandung – Jakarta. Total menempuh jarak sekitar 2450 km.

Selasa 30 Sep 08

Berangkat dari Kelapa Gading pkl. 16:45, menuju Bandung, istirahat maghrib, buka puasa dan isi bensin penuh di tempat istirahat tol Cikampek km 57. Bermalam, sembahyang Ied dan menghabiskan hari pertama lebaran di rumah mertua di Soreang, Bandung, sebelum esoknya berangkat menuju Semarang.

2 Okt 2008

Pkl. 05:30 pagi-pagi berangkat ke Semarang lewat Cirebon. Arus padat di Jatinangor hingga Sumedang. Setelah itu relatif lancar hingga Kanci, Cirebon. Pkl. 10:00 sampai di Kanci dan istirahat di RM Pringsewu Cirebon, selepas pintu tol Kanci.

Sampai di Tegal pkl. 12:00 siang, mampir sebentar di rumah kerabat. Makan siang di RM Pak Kardi Comal, pkl 14:45. Tapi pelayananya rada payah, lama …, mungkin karena lagi musim mudik. Ketika setelah lebih dari setengah jam menunggu dan tanya status pesanan, jawaban yang muncul, ” sebentar, yang lain juga belum …” #+?,!!!*#i- …

Pkl. 18:00 tiba di Semarang, maghriban di masjid Baiturrochman simpang lima. Pkl. 19:00 tiba di Demak. Memutuskan untuk menginap di W***** K***** Hotel, Jl. Sultan Patah. Hotelnya nggak memuaskan, harga terlalu mahal untuk fasilitas yang tersedia, mulai saluran air yang nggak beres, pintu kamar yang susah dibuka … tetapi nggak ada pilihan …, mau terus ke Kudus kuatir kemalaman dan susah cari hotel …, jadi ya sudah …, saya sungguh-sungguh tidak merekomendasikan hotel ini untuk dikunjungi … :-( , kalau berniat mengunjungi Masjid Demak, mending menginap di Semarang saja …

3 Okt 2008

Pkl. 06:00 pagi meninggalkan hotel, foto-foto sebentar di Masjid Agung Demak, dan menuju Kudus. Mampir sarapan di alun-alun Kudus, lantaran kantuk mulai menyerang, memaksa istirahat sebentar untuk minum kopi dan ambil uang di ATM di SPBU besar selepas Kudus.

Pkl. 09:30 istirahat di Restoran “Seafood and Tempo Doeloe” tepi pantai selepas Lasem, 17 Km dari Rembang. Sempat foto Karimun yang lagi mejeng di tepi pantai …


Karimun mejeng di tepi pantai

Pkl. 12:00 tiba di Tuban. Makan siang seafood di sebelah klenteng Kwan Sing Bio. Pkl. 13:00 melanjutkan perjalanan melalui jalur Tanjung Kodok, atau jalur Daendeles, tidak melewati kota Babat dan Lamongan.

Pkl. 14:30 sampai di resor Tanjung Kodok dan menikmati secangkir kopi. Ini merupakan tempat wisata yang menjadi ikon baru tujuan wisata di kabupaten Lamongan. Selain ada resor menawan, juga tersedia berbagai atraksi wisata selayaknya “Dufan” di Ancol. PemKab Lamongan serius banget menata daerah ini, padahal lumayan jauh dari akses tol ke Surabaya (sekitar 55 KM), dan sekitar 40 KM dari Tuban. Tapi di seputaran hari-hari libur tempat ini ramai dikunjungi wisatawan lokal.

Pkl. 17:00 sampai di Sidoarjo. Mampir ke rumah kerabat. Menginap di hotel yang ada di sekitar Jl. Juanda dekat bandar udara.

4 Okt 2008

Pkl. 08:00 Sarapan pagi di Hotel. Keliling kota Surabaya, mampir ke kampus ITS (yang suka dipahami sebagai “Institut Teknologi Surabaya”, padahal sesungguhnya ITS adalah singkatan dari “Institut Teknologi Sepuluh Nopember”, lihat penjelasannya di_sini ) yang sekarang sudah banyak tumbuhan besar. Beda banget dengan jaman saya kuliah S1 sekitar 20 tahunan lalu. Waktu itu, pohon-pohonan itu baru mulai ditanam.

Jalanan kota Surabaya relatif lancar, juga bersih dan asri. Terlihat jenis pohonan baru mulai ditanam untuk menggantikan pohon angsana yang ditanam sejak 20an tahun lalu. Banyak bangunan megah dan superblok dengan konsep mix-use dibangun di Surabaya, sudah kayak Jakarta saja …

Siangnya jalan-jalan ke Gresik, nyambangi kerabat. Maksud hati pengin makan bandeng asap, tapi pada tutup semua. Jadinya makan rujak cingur di rumah makan Ikan Bakar Cianjur … (makan rujak cingur kok di rumah makan ikan bakar Cianjur …), selepas maghrib baru sampai kembali di hotel.

5 Okt 2008

Pagi berangkat ke Malang, mampir sebentar lihat lumpur Lapindo, sampai Singosari pkl. 13:00 …

Boss yang lagi liburan di Amerika terus kontak via Blackberry tentang urusan kerjaan … :-(, alamat malam ini mesti buka komputer dan balesin email dia …, + kirim file yang dia minta. Malamnya bermalam di Hotel yang ada internet hot-spot sehingga bisa dipakai untuk beresin urusan kerjaan kantor yang diminta Boss …

6 Okt 2008

Pagi pkl. 07:15 berangkat menuju Jogja lewat Batu …, jalanan meliuk-liuk naik menuju kota Pujon yang ada di dataran tinggi, setelahnya turun meliuk-liuk ke arah Nganjuk/Jombang. Pkl. 13:00 istirahat di Mantingan, sholat dhuhur dan makan siang.

Sampai di Jogja pkl. 17:00, cari hotel …, menjelang malam menyempatkan menelusuri Malioboro, minum wedang ronde di alun-alun utara dan makan di Gudeg lesehan “Ibu Kota” di jalan Solo yang baru mulai buka pkl. 21:00 malam.


Karimun di alun-alun utara depan Keraton Jogja


Karimun lagi mejeng di depan lesehan Gudeg Ibukota di Jl. Solo, Jogja.

7 Okt 2008

Pkl. 07:00 pagi berangkat dari Jogja menuju Tasikmalaya …, sarapan pagi dulu di SGPC Bu Wiryo, makan sop yang Mmaak … Nyuss tenan itu … Dulu, jaman saya kuliah S2 di UGM, warung SGPC ini ada di belakang Rektorat UGM, dan menjadi tempat makan favorit warga kampus UGM. Menu utamanya adalah nasi sop daging dan nasi pecel. Sekarang pindah ke tepi selokan di seberang Fakultas Kedokteran Hewan UGM, lengkap dengan “live music” oleh sekelompok pemusik “unplugged”.

Agak di luar kota Jogja, periksa tekanan ban, karena terasa agak mendorong ke arah kiri. Ternyata ban kiri depan kena paku! tambal ban …, paku kena agak di posisi samping, rada beresiko untuk dibawa menempuh jarak ke Jakarta, jadi ban cadangan yang masih baru dipasang sementara ban yang ditambal disimpan sebagai cadangan …


Pkl. 16:00 Istirahat minum kopi di RM Pringsewu Banjar.

Pkl. 17:00 sampai di Ciamis dan cari hotel untuk menginap.

8 Okt 2008

Pkl. 07:30 berangkat ke Tasikmalaya …

Pkl. 08:30 sampai di “Imah Tasik” yang dikelola oleh dinas perindustrian daerah Tasikmalaya. Imas Tasik bertindak sebagai pusat informasi kerajinan Tasik, dan menyediakan guide untuk mengunjungi sentra industri dari produk yang diinginkan, seperti bordir, anyaman bambu, sandal, dan lainnya. Didampingi guide, menyempatkan lihat-lihat sebentar ke salah satu pengusaha bordir dan mukena …


Mejeng di depan Imah Tasik

Istirahat makan siang di RM Gentong, Jl. Ciawi-Nagreg … sebelum kemudian menemui lalulintas yang agak padat di tanjakan Nagreg, tapi aman bisa lolos dan melewati padatnya lalu-lintas. Satu jam setelahnya saya dengar di radio: Nagrek macet total karena ada tabrakan …

Pkl. 17:00 sampai di Soreang, Bandung. Pkl. 18:30 meneruskan menuju Jakarta … dan sampai di Kelapa Gading Pkl. 22:45.

Total menempuh 2450 km perjalanan …

Terbukti Suzuki Karimun (yang pernah dinobatkan sebagai “The Uggliest Car in the World”, dan versi “Wagon-R”-nya di tahun 2008 tercatat sebagai city-car dengan penjualan terbanyak di Jepang) dengan mesin 1000 cc-nya mampu diajak keliling Jawa dengan handal …:-), sehandal angkot jalanan bermesin serupa di berbagai kota yang menderu-deru sepanjang hari …

13 Responses to “Tour de Java dengan Suzuki Karimun 2001”

  1. mumun merah Says:

    Wah asyik nih bisa tour de java.
    Pengen juga tapi waktunya belum ada.

  2. Bandar Mumun Says:

    Tanggal 4, dah jauh2 ke Gresik kok malah nyari makanan Cianjuran. Huahahaha. Mudah2n tahun depan bis mengikuti jejak om mudik naik Mumun ke Kudus dan Malang.

  3. Mumun Retro Says:

    Sama aja, di warung SGPC kok makannya sop… hehehe…
    Oom, daftar Karimun Club dong…
    Acara paling deket tanggal 18 Oktober ini konvoi ke Bogor untuk acara Pembentukan KC Bogor…

  4. Om Imam Says:

    Jadi pengen JJK ke Bali nih….Bisa ngga yaa…..?? Ayo om Bandar and Om Puji……


  5. membuktikan ketahanan Karimun
    salute!

  6. Mantan Owner Says:

    Boss,

    Bravo atas ujicoba Karimunnya dan ini merupakan kebanggaan buat saya , karena sebagai mantan owner turut berbangga karena selama 6 tahun saya pakai belum pernah melakukan perjalanan sejauh ini.

    • Benny Rafido Says:

      Halo Gan. Mau nanya, waktu masih pakai karimun ini pernah dimodif apa aja? Pulley kruk as-nya msh standar apa sdh diganti spt punya om-om di karimun kaskus? Sy ada rencana tour Magelang – Jakarta pakai karimun, namun msh ragu tetap pakai pulley kruk as standar apa yg sdh dimodif. Konon pulley modif bisa mengurangi gejala tenaga mesin ngempos kalau kompresor AC bekerja. Mohon pencerahannya. Makasih.

  7. Resza Says:

    KARIMUN, solusi cerdas dimasa sulit

  8. heriansyah Says:

    Jadi kepengen juga muter2 pake karimun….

  9. wira Says:

    mas,bagus bgt pengalamannya,btw klo boleh tahu habis bensin berapa yh?saya ada rencana mw ke jawa untuk have fun bareng tmn kantor plus nguji mesin niy mumun saya,posisi sekarang saya di bali,,mhon bantuannya

  10. rust68 Says:

    Karimun Emang jago di jln yg macet,lincah stabil,irit, dan tangguh, sy pake di tanjakan jl Japati garut yg lebig extrem dari puncak.tetap handal.klo kepentok macet gampang puter arah…
    maka sy ikut KarimunClub. tapi sekarang dah sy jual si Mungil yg Imut itu…smpe kini ke impi impi in trs…F1433BP
    Denrust68

  11. rosid Says:

    wahh.. saya baru beli karimun bulan April 2011, pengen juga keliling de java. Tapi ini posisi di Samarinda Kalimantan Timur.hikk.. hikk… pak…mau tahun tips-tips biar karimun tetap handal,… hebat keliling jawa… gak ada rusak. Bagi.. dong tips – tips perawatannya sehari -hari.. misal… olie yang pas pakai apa begitu biar emsin tetap handal.

  12. Benny Rafido Says:

    Om mau nanya, persiapannya apa aja nih mau mau tour de java pakai karimun? Terutama persiapan buat si mumun? Trus waktu lewat tanjakan (mis nagrek) AC on apa off? Maturnuwun..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: